Kamis, 09 April 2020

Kembali untuk Sakit

Padahal tlah sirna.
Mengapa kembali untuk sakit.
Mengundang emosi.

Padahal tahu.
Tak akan bisa terungkap.
Sejauh mana pun waktu.
Tak akan membawa mu mendekap.

 Banyak hal yg menjadi ekspektasi.
Ternyata, itu hanya ilusi.

Mengantarku tidur untuk bermimpi.
Itulah malamku yg mengiringi.

Rasa. Sulit keadaannya jika dipendam.
Namun terungkap, begitu menyakitkan.

Ya, itu karena hati yg tak sama.
Tau diri. Benteng amarah kali ini.
Tak pantas untuk berlanjut.
Namun belum sanggup untuk berlalu.

Tulus hati ini untuk org yg salah.
Kasih rasa ini untuk org yg salah.
Jerit hati ini untuk org yg salah.

Kamu tak akan pernah tahu.
Bagaimana aku menyimpan, lalu hempas demi kekuatan diri.
Bagaimana aku melampiaskan kesal demi ceriakan hari.
Bagaimana aku membuang luka demi sembuhnya hati.

Sejauh perjalanan waktu.
Bukan semakin membaik.
Ada kabar yg membuatku kaku.
Isak sesak, kian merapuh.
Bukan hidup yang salah.
Bukan kenyataan yang salah.
Bahkan bukan waktu yang salah.
Namun, aku yang salah.

Banyak hal yang ingin aku ungkapkan.
Namun sulit untuk mengungkapkan.