Rabu, 29 Januari 2020

Satu Tangga di bawah Jatuh Cinta

Pagiku bersiap terang.
Menjemput sinar, selalu terkenang.
Tadi malam, terasa remang.
Teringatmu, dan selalu terbayang.

Kaki ku menarik lepas.
Hentaknya kian terbebas.
Terasa alunan angin mengibas.
Lukiskan senyum tak berbekas.

Betapa aku sibuk mencari.
Tanpa menjatuhkan harga diri.
Tekadku belum sepenuhnya berani.
Melindungi diri dari sakit hati.

Awal bertemu,aku jadi rindu.
Karenamu, ku jadi tak sendu.
Wajahmu menarik senyum diwajahku.
Seolah lama kenal, padahal jumpa yg baru.

Entah apa yang harus ku utarakan.
Karena mengutarakan takut menjauhkan.
Namun, ku juga tak memerdulikan.
Karena semua hanya kebetulan.

Begitulah logikaku.
Labil.
Kadang iya, kadang tidak.
Tak bisa mantap seperti dulu.

Sudah lama rasanya.
Tidak mengalami jatuh cinta.
Takut terbang di udara.
Kemudian jatuh di samudera.

Cukup mengerikan.

Aku akui, ada yg berbeda kini.
Se-sosok makhuk menghantui.
Seolah aku terkelabui.
Oleh dirimu, yg baru ku jumpai.

Aku merasakan sedikit getar.
Seperti rasa yg pernah tergambar.
Ku lukis ulang, lalu ku tatar.
Hampir rasaku mengakar.
Pada dirimu yang baru terdaftar.

Logikaku kembali simpulkan.
Jatuh cinta, ternyata kejauhan.

Hanya satu tangga.
Ya, satu tangga dibawah jatuh cinta.

Untukmu. Pada jumpa yang baru.



#Hahaha. Astaghfirulloh.

#cinta#galau#salah#puisi#bahagia#jatuhcinta


Senin, 27 Januari 2020

Adakah Kau Sedikit Merindu?

Aku tahu, bumi berputar pada porosnya. Aku tahu adanya perbedaan antara siang dan malam. Aku juga tahu, antara matahari bumi dan bulan.

Mereka memiliki peran masing-masing. Sebagai penerang dan penenang. Jika matahari penerang siang, maka bulan penerang malam. Namun lain dengan bumi, ialah sebagai penenang siang maupun malam.

Begitu pun aku, kamu dan kita. Memiliki cerita yang berbeda. Dengan klimaks yg tak sama. Namun, karena sering tukar cerita. Akhirnya kita bersama.

Perbedaan selalu kita tepis. Peluang bermasalah selalu kita kikis. Demi wujud hubungan yang harmonis. Apa pun dianggap manis. Ciptakan bahagia berlapis.

Kita sadar. Tertawa wujud terima. Tertawa wujud cinta. Tertawa wujud bahagia. Dan tertawa adalah kita.

Kita memiliki pemikiran yg sama. Meyakini bahwa bahagia itu sederhana. Asalkan selalu bersama. Saling terbuka. Terutama, selalu ada aku, kamu, dan kita.

Namun ternyata, kita tak sekokoh karang di lautan. Tak se-setia nelayan pada perahunya.
Kurasa kita lupa awal mula berjumpa. Hingga kita lupa antar sesama.

Aku mengasing, karena aku tak ingin terasing.
Aku tak menjauh, tapi aku mencoba menafsir. Dimana kita bisa senada. Mencari celah untuk bersama. Namun gagal ku rasa.

Kita tak lagi sama. Bahkan sudah tak serupa. Bahagia jarang sekali menyapa. Bersama? Rasanya hambar. Bagai orang asing yang baru bertegur sapa.

 Dirimu bukanlah raga yg dulu. Dan aku bagaikan benalu untukmu. Kau tahu? Aku selalu merasa tak guna untukmu. Kini, esok dan nanti. Ku selalu menanti. Ucapan rindu darimu. Namun, adakah kau sedikit merindu?


#sahabat#cinta#jarak#rindu#puisi#galau

Selasa, 21 Januari 2020

Untukmu.


Kau tahu semenjak aku menggapaimu?
Kau tahu semenjak aku menggenggammu?
Dan kau tahu semenjak aku mengagungkanmu?

Begitu berharga untuk ku
Meninggalkanmu bukanlah aku
Mendekapmu itulah aku

Aku bisa mengubah hujan menjadi salju
Aku bisa mengubah kain menjadi baju
Aku bisa mengubah sandal menjadi sepatu
Bahkan aku bisa mengubah aku menjadi dirimu

Semua karena dirimu
Semua untuk dirimu
Semua tentang dirimu

Ternyata, bunga tak selamanya mekar
Langit tak selamanya berbintang
Diriku telah mantap mengakar
Namun dirimu, begitu mudah menebang

Aku tak menemukan sisi terang dalam hidupku
Hewan langit pun tetiba meredup untukku
Kau membelakangiku
Seolah jijik menatapku

Kau tahu?
Betapa sepinya aku
Menanti akan dirimu
Yang tak kunjung kembali padaku.

Kini, inilah aku
Tak bersamamu lagi.

Dan Kau yg ku rindui
Meninggalkan jejak di hidupku.





Note: bukan galau karena cinta yaa gengss.