Menjemput sinar, selalu terkenang.
Tadi malam, terasa remang.
Teringatmu, dan selalu terbayang.
Kaki ku menarik lepas.
Hentaknya kian terbebas.
Terasa alunan angin mengibas.
Lukiskan senyum tak berbekas.
Betapa aku sibuk mencari.
Tanpa menjatuhkan harga diri.
Tekadku belum sepenuhnya berani.
Melindungi diri dari sakit hati.
Awal bertemu,aku jadi rindu.
Karenamu, ku jadi tak sendu.
Wajahmu menarik senyum diwajahku.
Seolah lama kenal, padahal jumpa yg baru.
Entah apa yang harus ku utarakan.
Karena mengutarakan takut menjauhkan.
Namun, ku juga tak memerdulikan.
Karena semua hanya kebetulan.
Begitulah logikaku.
Labil.
Kadang iya, kadang tidak.
Tak bisa mantap seperti dulu.
Sudah lama rasanya.
Tidak mengalami jatuh cinta.
Takut terbang di udara.
Kemudian jatuh di samudera.
Cukup mengerikan.
Aku akui, ada yg berbeda kini.
Se-sosok makhuk menghantui.
Seolah aku terkelabui.
Oleh dirimu, yg baru ku jumpai.
Aku merasakan sedikit getar.
Seperti rasa yg pernah tergambar.
Ku lukis ulang, lalu ku tatar.
Hampir rasaku mengakar.
Pada dirimu yang baru terdaftar.
Logikaku kembali simpulkan.
Jatuh cinta, ternyata kejauhan.
Hanya satu tangga.
Ya, satu tangga dibawah jatuh cinta.
Untukmu. Pada jumpa yang baru.
#Hahaha. Astaghfirulloh.
#cinta#galau#salah#puisi#bahagia#jatuhcinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar