Kamis, 23 Juli 2020

Mengapa Kau Lemparkan Padaku?

Setiap orang, pasti memiliki luka.
Baik itu parah atau pun sedang.
Memulihkan, tentu ikhtiar semua orang.
Berharap sembuh yang panjang.

Aku tahu, betapa sulit untuk pulih.
Betapa sulit selalu tertatih.
Betapa sulit sembunyi sedih.
Betapa sulit menata hati.

Namun, kau juga harus tahu.
Tidakkah kau menyakiti hati yang baru?
Hati yang telah siap akan mengertikanmu.
Hati yang telah berhasil kau ajak dengan keterbukaanmu.
Hati yang pada akhirnya selalu mengatakanmu.

Memang, kita belum pernah jumpa.
Hanya sebuah picture sebagai perantara.
Mengenalkan aku padamu dan kamu padaku. 

Awal-awal, kita berbincang hangat.
Namun suatu hari, kau pukul kehangatan itu dengan pesona dinginmu.
Aku membisu.
Seolah salah dariku.
Sempat aku bertanya, ternyata kau sedang menggebu.

Aku tahu, di sana kau memulihkan luka karenanya.
Tanpa sadar, di sini, aku memulihkan luka karenamu.

Ada apa dengan dirimu?
Seolah mengajak galau padaku.
Semuanya karena masa lalumu,
tapi mengapa melemparkannya padaku?

#cinta#egois#bucin#galau#jahat#sakit

Rabu, 03 Juni 2020

Meng-ilusi-kan Diri.

Untukmu yang selalu aku kagumi.
Tetaplah memantapkan hati. Untuk tetap dalam prinsip diri. Meski tak sama dengan diri ini. Biar aku yang tanggung sendiri.

Salahku memang seperti ini. Mengagumi pada yang berprinsip lain.
Mengagumi pada yang telah teguh dengan janji lain. Mengagumi pada yang tak mungkin berpihak pada diri.

Sakit, sedikit aku akui.
Namun pasti teratasi.
Sebelum jauh ku langkahkan kaki.
Ku bertanya pada diri. "Akankah dia komitmen dengan janji? Bersamanya sampai nanti? Yang katanya tinggal menunggu waktu untuk kembali?"

Sudah terbayang segalanya dalam benak diri.
Anganku mustahil ku raih.
Dia yang ku kagumi tak kan pernah ada di sisi.
Menghiasi hari yang begitu sepi.

Aku menepi.
Anganku, aku ganti.
Bukan pindah ke lain hati. Namun kembali menata diri. Memikirkan apa yang harus ku lakui.
Mengagumi tanpa dikagumi. Rasanya sesak bagi diri.

Alay sekali diri ini.
Tanpa pikir panjang ku susun bait ini.
Karangan diri.
Yang bermain dengan ilusi. Semuanya tak nyata terjadi. Hanya mengikuti naluri. Kepuasan dalam hobi.


Note: hanya sebuah ilusi yaa teman:)

#cinta#harapan#halu#friendzone

Kamis, 09 April 2020

Kembali untuk Sakit

Padahal tlah sirna.
Mengapa kembali untuk sakit.
Mengundang emosi.

Padahal tahu.
Tak akan bisa terungkap.
Sejauh mana pun waktu.
Tak akan membawa mu mendekap.

 Banyak hal yg menjadi ekspektasi.
Ternyata, itu hanya ilusi.

Mengantarku tidur untuk bermimpi.
Itulah malamku yg mengiringi.

Rasa. Sulit keadaannya jika dipendam.
Namun terungkap, begitu menyakitkan.

Ya, itu karena hati yg tak sama.
Tau diri. Benteng amarah kali ini.
Tak pantas untuk berlanjut.
Namun belum sanggup untuk berlalu.

Tulus hati ini untuk org yg salah.
Kasih rasa ini untuk org yg salah.
Jerit hati ini untuk org yg salah.

Kamu tak akan pernah tahu.
Bagaimana aku menyimpan, lalu hempas demi kekuatan diri.
Bagaimana aku melampiaskan kesal demi ceriakan hari.
Bagaimana aku membuang luka demi sembuhnya hati.

Sejauh perjalanan waktu.
Bukan semakin membaik.
Ada kabar yg membuatku kaku.
Isak sesak, kian merapuh.
Bukan hidup yang salah.
Bukan kenyataan yang salah.
Bahkan bukan waktu yang salah.
Namun, aku yang salah.

Banyak hal yang ingin aku ungkapkan.
Namun sulit untuk mengungkapkan.

Rabu, 29 Januari 2020

Satu Tangga di bawah Jatuh Cinta

Pagiku bersiap terang.
Menjemput sinar, selalu terkenang.
Tadi malam, terasa remang.
Teringatmu, dan selalu terbayang.

Kaki ku menarik lepas.
Hentaknya kian terbebas.
Terasa alunan angin mengibas.
Lukiskan senyum tak berbekas.

Betapa aku sibuk mencari.
Tanpa menjatuhkan harga diri.
Tekadku belum sepenuhnya berani.
Melindungi diri dari sakit hati.

Awal bertemu,aku jadi rindu.
Karenamu, ku jadi tak sendu.
Wajahmu menarik senyum diwajahku.
Seolah lama kenal, padahal jumpa yg baru.

Entah apa yang harus ku utarakan.
Karena mengutarakan takut menjauhkan.
Namun, ku juga tak memerdulikan.
Karena semua hanya kebetulan.

Begitulah logikaku.
Labil.
Kadang iya, kadang tidak.
Tak bisa mantap seperti dulu.

Sudah lama rasanya.
Tidak mengalami jatuh cinta.
Takut terbang di udara.
Kemudian jatuh di samudera.

Cukup mengerikan.

Aku akui, ada yg berbeda kini.
Se-sosok makhuk menghantui.
Seolah aku terkelabui.
Oleh dirimu, yg baru ku jumpai.

Aku merasakan sedikit getar.
Seperti rasa yg pernah tergambar.
Ku lukis ulang, lalu ku tatar.
Hampir rasaku mengakar.
Pada dirimu yang baru terdaftar.

Logikaku kembali simpulkan.
Jatuh cinta, ternyata kejauhan.

Hanya satu tangga.
Ya, satu tangga dibawah jatuh cinta.

Untukmu. Pada jumpa yang baru.



#Hahaha. Astaghfirulloh.

#cinta#galau#salah#puisi#bahagia#jatuhcinta


Senin, 27 Januari 2020

Adakah Kau Sedikit Merindu?

Aku tahu, bumi berputar pada porosnya. Aku tahu adanya perbedaan antara siang dan malam. Aku juga tahu, antara matahari bumi dan bulan.

Mereka memiliki peran masing-masing. Sebagai penerang dan penenang. Jika matahari penerang siang, maka bulan penerang malam. Namun lain dengan bumi, ialah sebagai penenang siang maupun malam.

Begitu pun aku, kamu dan kita. Memiliki cerita yang berbeda. Dengan klimaks yg tak sama. Namun, karena sering tukar cerita. Akhirnya kita bersama.

Perbedaan selalu kita tepis. Peluang bermasalah selalu kita kikis. Demi wujud hubungan yang harmonis. Apa pun dianggap manis. Ciptakan bahagia berlapis.

Kita sadar. Tertawa wujud terima. Tertawa wujud cinta. Tertawa wujud bahagia. Dan tertawa adalah kita.

Kita memiliki pemikiran yg sama. Meyakini bahwa bahagia itu sederhana. Asalkan selalu bersama. Saling terbuka. Terutama, selalu ada aku, kamu, dan kita.

Namun ternyata, kita tak sekokoh karang di lautan. Tak se-setia nelayan pada perahunya.
Kurasa kita lupa awal mula berjumpa. Hingga kita lupa antar sesama.

Aku mengasing, karena aku tak ingin terasing.
Aku tak menjauh, tapi aku mencoba menafsir. Dimana kita bisa senada. Mencari celah untuk bersama. Namun gagal ku rasa.

Kita tak lagi sama. Bahkan sudah tak serupa. Bahagia jarang sekali menyapa. Bersama? Rasanya hambar. Bagai orang asing yang baru bertegur sapa.

 Dirimu bukanlah raga yg dulu. Dan aku bagaikan benalu untukmu. Kau tahu? Aku selalu merasa tak guna untukmu. Kini, esok dan nanti. Ku selalu menanti. Ucapan rindu darimu. Namun, adakah kau sedikit merindu?


#sahabat#cinta#jarak#rindu#puisi#galau

Selasa, 21 Januari 2020

Untukmu.


Kau tahu semenjak aku menggapaimu?
Kau tahu semenjak aku menggenggammu?
Dan kau tahu semenjak aku mengagungkanmu?

Begitu berharga untuk ku
Meninggalkanmu bukanlah aku
Mendekapmu itulah aku

Aku bisa mengubah hujan menjadi salju
Aku bisa mengubah kain menjadi baju
Aku bisa mengubah sandal menjadi sepatu
Bahkan aku bisa mengubah aku menjadi dirimu

Semua karena dirimu
Semua untuk dirimu
Semua tentang dirimu

Ternyata, bunga tak selamanya mekar
Langit tak selamanya berbintang
Diriku telah mantap mengakar
Namun dirimu, begitu mudah menebang

Aku tak menemukan sisi terang dalam hidupku
Hewan langit pun tetiba meredup untukku
Kau membelakangiku
Seolah jijik menatapku

Kau tahu?
Betapa sepinya aku
Menanti akan dirimu
Yang tak kunjung kembali padaku.

Kini, inilah aku
Tak bersamamu lagi.

Dan Kau yg ku rindui
Meninggalkan jejak di hidupku.





Note: bukan galau karena cinta yaa gengss.